Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech
Pengadilan Tinggi
Logo PENGADILAN NEGERI KALIANDA KELAS II

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PENGADILAN NEGERI KALIANDA KELAS II

Jalan Indra Bangsawan No. 37. Kalianda, Lampung Selatan

e-mail : pnkalianda.info[at]gmail.com ; TELP / FAX : (0727) 322063

Logo Artikel

277 EKSESKUSI LAHAN PROYEK JTTS DI DESA KURIPAN DAN DESA TETAAN OLEH PN KALIANDA BERJALAN LANCAR DAN DAMAI

Berita

Ekseskusi Lahan Proyek JTTS di Desa Kuripan dan Desa Tetaan oleh PN Kalianda Berjalan Lancar dan Damai

Pengadilan Negeri Kalianda telah melakukan Eksekusi Lahan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera pada hari Jumat, 2 September 2017. Adapun pelaksanaan eksekusi tersebut berjalan dengan lancar dan damai, dengan demikian proses pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera dilanjutkan.

Pelaksanaan eksekusi dihadiri antara lain dari Pihak Pengadilan Negeri Kalianda, General Affairs PT. PP Yus Yusuf, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Syahrial R. Pahlevi, Kapolres Lamsel AKBP. Adi Ferdian Saputra dan Dandim 0421/LS Letkol. Arm Untoro Hariyanto.

IMG 20170929 WA0008

IMG 20170929 WA0016

IMG 20170929 WA0022

IMG 20170929 WA0025

IMG 20170929 WA0039

IMG 20170929 WA0040

IMG 20171003 WA0022

IMG 20171003 WA0023

IMG 20171003 WA0031

 IMG 20170929 WA0013

 

 

Pelaksanaan Eksekusi tersebut dimuat di media cetak Radar Lamsel, dan dapat diakses di : http://www.radarlamsel.com/warga-menerima-pengerjaan-jalan-tol-berlanjut/

Berikut kutipan berita dari media cetak :

" Proses pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di STA 14 Desa Kuripan dan STA 19 Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan dilanjutkan, Jum’at (29/9) lalu.

Sebelumnya proses pembangunan jalan tol proyek pemerintah pusat itu berhenti karena pihak pemilik lahan atau masyarakat setempat masih keberatan atau mengajukan sanggahan atas ganti rugi yang bakal diterimanya.

Setelah proses sanggahan di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda dibacakan panitera PN Kalianda yang mengabulkan permohonan pemohon (warga Desa Kuripan dan Tetaan) akhirnya warga dua desa itu menerima hasil keputusan tersebut.

Dalam proses pembacaan keputusan eksekusi lahan itu disaksikan langsung oleh General Affairs PT. PP Yus Yusuf, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Syahrial R. Pahlevi, Kapolres Lamsel AKBP. Adi Ferdian Saputra dan Dandim 0421/LS Letkol. Arm Untoro Hariyanto, Perwakilan PN Kalianda dan sejumlah warga pemilik lahan.

Menurut PPK Kemenpupera Syahrial R Pahlevi, proses eksekusi lahan ini melibatkan 11 bidang yang terbagi di dua desa. Desa Kuripan 2 bidang dan Desa Tetaan 9 bidang. Syahrial mengatakan, eksekusi damai uang dilakukan hari itu adalah bentuk pelaksanaan hasil daripada putusan PN Kalianda dalam rangka pembebasan jalan tol, dan langkah percepatan pelaksanaan kontruksi pembebasan lahan JTTS

Syahrial mengaku senang karena warga telah menerima hasil putusan. Dengan adanya persetujuan dari pihak warga, maka proses pengerjaan JTTS akan langsung dilanjutkan. “Alhamdulillah, masyarakat menerima hasil putusan PN Kalianda. Kita langsung eksekusi lahan hari ini (Jumat’red),” kata Syahrial saat ditemui Radar Lamsel dilokasi eksekusi lahan di Desa Tetaan, Jum’at (29/9) lalu.

Syahrial melanjutkan, warga yang menerima hasil putusan dapat langsung memproses uang ganti rugi (UGR) yang sudah dititipkan kepada pihak PN Kalianda. “Uang sudah dititip ke pengadilan, lalu yang bersangkutan bisa langsung mengambilnya disana,” tukasnya.

General Affairs PT. PP Yus Yusuf menambahkan, pembacaan keputusan eksekusi dari pihak PN Kalianda itu merupakan bukti bahwa lahan warga sepenuhnya sudah diserahkan ke pihak pengadilan.

Menurut Yus, atas hasil pembacaan putusan itu, maka semua lahan yang terbagi di Desa Kuripan dan Desa Tetaan akan langsung dikerjakan. “Semuanya ada 11 bidang, 2 bidang di Desa Kuripan dan 9 bidang di Desa Tetaan. Semua lahan akan langsung dikerjakan,” katanya.

Salah seorang warga Desa Tetaan yang lahannya terkena eksekusi, Munzirin (60) mengaku menerima putusan yang dibacakan oleh panitera PN Kalianda.

Ia mengatakan, warga Desa Tetaan pada dasarnya tidak pernah menolak jika lahan milik mereka digusur. “Dari awal kami sudah menyuruh pihak tol untuk menggusur lahan kami. Kami tidak masalah dengan itu karena kami mendukung. Makanya sekarang kami menyetujui setelah adanya kesepakatan antara warga dan pihak tol,” katanya.

Pantauan Radar Lamsel, puluhan personil gabungan dari Polisi dan TNI disiagakan untuk mengamankan proses eksekusi lahan. Kesiagaan yang dilakukan oleh petugas itu dimaksudkan untuk menghindari jika terjadi perselisihan antara warga dan petugas. “Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal diluar kendali. Beruntung warga cukup kooperatif menerima putusan pengadilan negeri, dan eksekusi lahan berjalan dengan semestinya” kata Kapolres Lamsel AKBP. Adi Ferdian Saputra. (rnd)


Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech